Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kontribusi Klinik, Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), dan Rumah Sakit Swasta dalam Program TB dan Jaringan TB Di Kabupaten Belu
19 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
Dinas Kesehatan Kabupaten Belu (Aula SSPS Susteran Atambua, 07-08 Oktober 2026) – Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan baik secara global maupun di Indonesia. Salah satu strategi nasional eliminasi TBC yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 yaitu dalam rangka meningkatkan akses layanan TBC yang bermutu dapat diimplementasikan dengan melibatkan lintas program dan sektor. Selain itu, dibutuhkan penguatan/optimalisasi jejaring internal dan eksternal layanan TBC di fasyankes agar seluruh pasien TBC dapat ditangani sesuai standar sampai tuntas.
Public Private Mix (PPM) adalah konsep yang diharapkan dapat menjadi platform Program Nasional Tuberkulosis dengan meningkatkan pelibatan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) baik pemerintah maupun swasta dalam penanggulangan tuberkulosis (TBC). Implementasi PPM di seluruh wilayah diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus TBC dan angka keberhasilan pengobatan TBC. Pada tahun 2024, Implementasi PPM di perluas kewilayah provinsi Nusa Tenggara Timur. Pelibatan Klinik, TPMD, dan Rumah Sakit Swasta menjadi salah satu wujud dari implementasi PPM dalam program TBC.
Berdasarkan Surat Edaran Nomor : HK.02.02/C/4932/2023 Tentang Pelibatan seluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan dalam Program Tuberkulosis dan Penguatan Implementasi Jejaring Layanan Tuberkulosis di Indonesia. Dalam rangka memberikan peningkatan kapasitas kepada tenaga Kesehatan dilingkungan Klinik, TPMD dan Rumah Sakit swasta perlu di selenggarakan lokakarya peningkatan kapasitas untuk meningkatkan keterlibatan Fasyankes Swasta, Jejaring layanan internal maupun external dalam Program TBC. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung implementasi intervensi PPM dalam penemuan kasus TBC di Indonesia dan di Provinsi Nusa Tenggara Timur.kegiatan ini di laksanakan di Kabupaten Belu.
Tujuan kegiatan ini antara lain : Meningkatkan keterlibatan, kontribusi dan kapasitas rumah sakit, klinik dan tempat praktik mandiri dokter (TPMD) yang belum terlibat dalam jejaring layanan TBC untuk mendukung program TBC dengan tujuan khusus melakukan advokasi kepada manajemen RS, Klinik dan TPMD untuk berkomitmen mendukung prorgam TBC, menemukan kasus TBC (under-reporting/missing cases) yang belum dilaporkan ke sistem informasi TBC, membangun mekanisme skrining dan jejaring internal layanan TBC dengan melibatkan seluruh unit/poli dalam fasyankes, melibatkan fasyankes dalam jejaring eksternal layanan TBC dan kesiapan layanan TBC untuk memperluas akses terhadap diagnosis dan tatalaksana TBC sesuai standar, melakukan peningkatan kapasitas kepada tenaga kesehatan.
Dalam arahan PHTC Penuntasan TBC, penanganan tidak bisa hanya mengandalkan Puskesmas pemerintah. Keterlibatan sektor swasta (Klinik dan TPMD) sangat krusial karena banyak masyarakat yang pertama kali berobat ke fasilitas swasta. Lokakarya ini bertujuan memastikan bahwa fasilitas swasta di Kabupaten Belu memiliki kapasitas standar untuk mendiagnosis, mengobati, dan melaporkan kasus TBC secara real-time. Melalui lokakarya penyiapan fasyankes swasta ini, Kabupaten Belu berkontribusi langsung menurunkan angka putus obat dan menaikkan angka kesembuhan TBC, yang menjadi indikator keberhasilan utama dari PHTC Presiden
"Ayo Bangun NTT" adalah 10 program prioritas pembangunan daerah yang dicanangkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma.
Pelibatan fasilitas pelayanan kesehatan swasta, klinik, Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), dan rumah sakit swasta di Kabupaten Belu mencerminkan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. Penanganan TBC tidak bisa hanya dilakukan oleh Puskesmas atau RSUD milik pemerintah, melainkan membutuhkan jejaring (public-private mix) yang melibatkan seluruh jejaring layanan kesehatan.
Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kontribusi Klinik, Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), dan Rumah Sakit Swasta dalam Program TB dan Jaringan TB di Kabupaten Belu telah sukses dilaksanakan. Kegiatan ini dihadiri oleh 65 orang terdiri dari kepala Dinas kesehatan, Kepala Bidang P2, Tim kerja TB dinas Kesehatan Kabupaten Belu, dan Pengelola Program TB serta Dokter Rumah Sakit (Pemerintah dan Swasta), Klinik (Pemerintah dan Swasta), Puskesmas dan tempat Praktek mandiri Dokter (TPMD) dari 30 Fasilitas Kesehatan di Kabupaten Belu
Kegiatan Peningkatan Kapasitas dan Kontribusi Klinik, Tempat Praktik Mandiri Dokter (TPMD), dan Rumah Sakit Swasta dalam Program TB dan Jaringan TB di Kabupaten Belu sangat efektif untuk Melatih fasyankes swasta melakukan skrining aktif.Memastikan setiap pasien yang terdiagnosa langsung dilaporkan, sehingga menurunkan angka kasus yang tidak tercatat (missing cases)
Mari Wujudkan Eliminasi TB.
TOSS TB! Temukan, Obati, Sampai Sembuh Tuberkulosis.
#HariTBSedunia2026 #SatuTB #TOSS_TB #NTTBebasTB #DinkesNTT #Dasacita #PHTC