PENINGKATAN KAPASITAS TENAGA KESEHATAN PUSKESMAS UNTUK MEMPERKUAT PENDAMPINGAN KADER POSYANDU DI KABUPATEN TIMOR TENGAH SELATAN

19 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT

Soe, 7 Oktober 2026

Integrasi Layanan Primer Berbasis Siklus Hidup

Transformasi pelayanan kesehatan melalui Integrasi Layanan Primer (ILP) menekankan pentingnya pelayanan kesehatan yang terintegrasi, berkesinambungan, dan berorientasi pada kebutuhan setiap kelompok usia. Pendekatan berbasis siklus hidup mencakup pelayanan bagi ibu hamil, bayi, balita, anak usia prasekolah dan sekolah, remaja, orang dewasa, hingga lanjut usia.

Dalam konteks tersebut, Posyandu memiliki peran strategis sebagai salah satu titik pelayanan kesehatan di tengah masyarakat. Penguatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader menjadi penting agar pelayanan tidak hanya berfokus pada penimbangan balita, tetapi juga mendukung edukasi kesehatan, pemantauan kondisi kesehatan, deteksi dini faktor risiko, serta peningkatan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan secara rutin.

Melalui pembinaan yang terarah, tenaga kesehatan Puskesmas diharapkan mampu memastikan kader memahami tugas dan perannya sesuai standar pelayanan, serta mengetahui kapan suatu permasalahan kesehatan perlu dikonsultasikan atau dirujuk kepada tenaga kesehatan.

Pendekatan ini diharapkan memperkuat keterhubungan pelayanan dari tingkat masyarakat hingga Puskesmas, sehingga pelayanan kesehatan primer dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.

Dukung Implementasi Dasa Cita Kelima: Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting

Kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas memiliki keterkaitan langsung dengan pelaksanaan Dasa Cita Kelima Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penguatan Posyandu tidak dapat dilepaskan dari peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, pemberdayaan kader, partisipasi keluarga, serta kolaborasi lintas sektor.

Posyandu yang tangguh membutuhkan tenaga kesehatan yang kompeten dalam melakukan pembinaan dan kader yang memiliki pengetahuan serta keterampilan memadai dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat. Keduanya menjadi unsur penting dalam memperkuat pemantauan tumbuh kembang anak, edukasi gizi, peningkatan kesadaran ibu dan keluarga, serta deteksi dini risiko stunting.

Selain itu, keberhasilan pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, pemerintah desa dan kelurahan, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar upaya peningkatan kesehatan tidak berhenti pada kegiatan pelayanan, tetapi berlanjut menjadi perubahan perilaku dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam mendampingi kader Posyandu merupakan salah satu langkah nyata untuk mendukung terwujudnya Posyandu yang lebih kuat, pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas, serta masyarakat Nusa Tenggara Timur yang lebih sehat.

Penguatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pembinaan dan pendampingan kader Posyandu di Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Upaya ini diwujudkan melalui kegiatan Orientasi Pembinaan Posyandu Bidang Kesehatan bagi Tenaga Kesehatan di Puskesmas, sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan primer melalui pendekatan Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis siklus hidup.

Kegiatan ini diarahkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan tenaga kesehatan dalam melaksanakan pembinaan serta pendampingan kader Posyandu secara terarah, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Melalui penguatan peran tenaga kesehatan, kader Posyandu diharapkan semakin optimal dalam memberikan dukungan terhadap pelayanan kesehatan dasar di tingkat desa dan kelurahan.

Pelaksanaan orientasi ini sejalan dengan Dasa Cita Kelima Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, yaitu “Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting.” Program prioritas tersebut menempatkan penguatan Posyandu dan kader kesehatan sebagai bagian penting dari upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat serta mempercepat pencegahan dan penurunan stunting di Nusa Tenggara Timur.

Perkuat Peran Tenaga Kesehatan Puskesmas dalam Pembinaan Kader Posyandu

Dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan berbasis masyarakat, tenaga kesehatan Puskesmas memiliki peran penting sebagai pembina, pendamping, dan penggerak peningkatan kapasitas kader Posyandu. Pendampingan yang efektif dibutuhkan agar kader mampu menjalankan tugasnya dengan baik, mulai dari memberikan edukasi kesehatan, membantu pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, mendorong perilaku hidup sehat, hingga mengarahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan.

Melalui kegiatan orientasi ini, tenaga kesehatan puskesmas diharapkan memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pembinaan Posyandu, penguatan kompetensi kader, serta pentingnya koordinasi antara Puskesmas, pemerintah desa dan kelurahan, kader, serta unsur masyarakat lainnya.

Pendampingan yang dilakukan secara berkesinambungan juga diharapkan dapat membantu mengidentifikasi permasalahan kesehatan di masyarakat sejak dini. Dengan demikian, kebutuhan pelayanan kesehatan dapat ditindaklanjuti melalui edukasi, pemantauan, intervensi sesuai kewenangan, maupun rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila diperlukan.

Wujudkan Pelayanan Kesehatan yang Berkualitas dan Berkelanjutan

Melalui kegiatan orientasi ini, diharapkan tenaga kesehatan di Puskesmas Kabupaten Timor Tengah Selatan semakin siap menjalankan fungsi pembinaan dan pendampingan kader Posyandu dalam kerangka Integrasi Layanan Primer berbasis siklus hidup.

Komitmen bersama antara tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah daerah, dan masyarakat menjadi kunci untuk memastikan pelayanan kesehatan dasar dapat berjalan secara optimal, menjangkau seluruh kelompok usia, serta menjawab kebutuhan kesehatan masyarakat.

Dengan semangat kolaborasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, kegiatan ini diharapkan turut mendukung pencapaian Dasa Cita Kelima Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur: Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting.

Posyandu kuat, kader hebat, masyarakat sehat, NTT bebas stunting.


Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Timor Megah pada tanggal, 07 Oktober 2026




  • Peserta: Tenaga Kesehatan Puskesmas (Tenaga Promosi Kesehatan, Tenaga Sanitarian, Tenaga Gizi dan Tenaga Bidan) dari 37 Puskesmas

  • Fasilitator: Filmon M. Banunaek, S.Kom., M.M

  • Judul Materi: Peningkatan Kapasitas Tenaga Kesehatan Puskesmas Untuk Memperkuat Pendampingan Kader Posyandu di Kabupaten Timor Tengah Selatan



#DasaCitaNTT #PosyanduAktif #PromkesNTT #DinkesNTT #AyoBangunNTT

Penulis: Filmon M. Banunaek, S.Kom., M.M