DINAS KESEHATAN PROVINSI NTT LAKSANAKAN INTERVENSI BALITA BERMASALAH GIZI DI PUSKESMAS NITA, KABUPATEN SIKKA

19 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT

SIKKA, 13 Oktober 2026. — Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur melaksanakan kegiatan Intervensi bagi Balita Bermasalah Gizi di Lokus Prioritas di Puskesmas Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari selasa, 13 Oktober 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pelayanan gizi balita, meningkatkan deteksi dini masalah gizi, serta mendukung percepatan penurunan stunting di Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan ini diikuti oleh 43 peserta yang terdiri atas pengelola program gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, orang tua balita, kader Posyandu, serta tenaga kesehatan Puskesmas Nita. Pelaksanaan kegiatan berfokus pada peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta mengenai praktik pemberian makan yang tepat, pemantauan pertumbuhan balita, serta pencegahan dan penanganan balita bermasalah gizi.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat dua materi utama yang disampaikan oleh narasumber. Materi pertama adalah Konsep Menyusui, yang dibawakan oleh Peres Dince, SKM, MPH. Materi ini membahas pentingnya pemberian ASI, manfaat menyusui bagi ibu dan bayi, dukungan untuk keberhasilan menyusui, tantangan menyusui, relaktasi serta posisi dan pelekatan yang benar saat menyusui. Melalui edukasi ini, orang tua diharapkan sebvbvvvmakin memahami praktik menyusui yang tepat untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal sampai anak berumur dua tahun. 

Materi kedua adalah Deteksi Dini Balita Bermasalah Gizi, Pencegahan dan Penanganannya, yang disampaikan oleh Ketut Mariyani, S.Tr.Gz., dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Dalam pemaparannya, dijelaskan pentingnya pemantauan pertumbuhan balita melalui penimbangan berat badan dan pengukuran panjang atau tinggi badan secara rutin. Hasil pengukuran tersebut digunakan untuk memantau tren pertumbuhan anak, mengenali risiko masalah gizi sejak dini, serta menentukan tindak lanjut yang diperlukan. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai identifikasi balita yang mengalami berat badan tidak naik, berat badan kurang, gizi kurang, maupun stunting. Balita yang teridentifikasi berisiko atau mengalami masalah gizi perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut oleh tenaga kesehatan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.

Penanganan balita bermasalah gizi memerlukan pendekatan terpadu melalui edukasi dan konseling pemberian makan, pemantauan pertumbuhan, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal sesuai indikasi, serta penanganan penyakit penyerta apabila ditemukan. Keterlibatan orang tua, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan menjadi bagian penting untuk memastikan balita yang mengalami masalah gizi memperoleh tindak lanjut yang tepat.

Pelaksanaan kegiatan di Puskesmas Nita ini melibatkan kolaborasi antara Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, tenaga kesehatan Puskesmas Nita, kader Posyandu, dan orang tua balita. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan intervensi gizi di tingkat pelayanan kesehatan dan masyarakat, khususnya dalam pemantauan pertumbuhan, edukasi keluarga, serta penemuan dini kasus balita bermasalah gizi.

Upaya intervensi ini juga sejalan dengan Pilar ke-4 Program Prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, yaitu Kesehatan, yang diarahkan pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat, pencegahan dan percepatan penurunan stunting, serta peningkatan kualitas dan aksesibilitas pelayanan kesehatan. Melalui penguatan edukasi gizi dan deteksi dini masalah gizi pada balita, kegiatan ini menjadi salah satu upaya mendukung pembangunan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan Dasa Cita ke-5, yaitu Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat dan Bebas Stunting. Penguatan peran Posyandu, kader, tenaga kesehatan, dan keluarga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemenuhan gizi anak, pemantauan pertumbuhan secara rutin, serta penanganan dini apabila ditemukan masalah gizi. Dengan demikian, upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kesehatan, tetapi juga melalui keterlibatan aktif keluarga dan masyarakat.

Melalui kegiatan intervensi yang berlokasi di Puskesmas Nita, Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Timur berharap orang tua semakin memahami pentingnya pemberian ASI dan pemenuhan gizi sesuai tahapan usia anak. Selain itu, kader Posyandu dan tenaga kesehatan diharapkan semakin optimal dalam melakukan pemantauan pertumbuhan, memberikan edukasi kepada keluarga, serta mengidentifikasi balita yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas pelayanan gizi balita, memperkuat kolaborasi lintas sektor, serta mendukung percepatan penurunan stunting demi mewujudkan masyarakat Nusa Tenggara Timur yang lebih sehat dan sejahtera.

Oleh: Novianty Sundung Tanan Staf Kesehatan Keluarga dan Gizi

#DasaCitaNTT #7PilarProgramPrioritasNTT #DinkesNTT #KesehatanIbudanAnak #AyoBangunNTT