Kementerian Kesehatan RI Melalui Direktorat Penyakit Tidak Menular Gelar TOT Deteksi Dini Kesehatan Gigi dan Mulut:Perkuat Puskesmas Wujudkan NTT Sehat

14 October 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT

KUPANG — Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) melaui Direktorat Penyakit Tidak Menular menggelar kegiatan Training of Trainers (TOT) Deteksi Dini Penyakit Gigi dan Mulut Bagi Pengelola Program Kesehatan Gigi dan Mulut di Puskesmas pada tanggal 1-11 Oktober 2026 di Bogor. Langkah strategis ini mendapat dukungan penuh melalui pembiayaan anggaran dari program Sophi, sebagai wujud komitmen bersama dalam memperkuat layanan kesehatan dasar di garda terdepan.

Pelaksanaan TOT ini memiliki relevansi yang sangat kuat dengan arah pembangunan daerah, diharapkan derajat kesehatan gigi dan mulut masyarakat dapat meningkat signifikan, mewujudkan generasi NTT yang sehat, tangguh, dan produktif hal ini sejalan dengan Dasa Cita ke 5 Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT): Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, Bebas Stunting.

Sasaran kegiatan TOT ini melibatkan perwakilan pengelola program dari Dinas Kesehatan, Puskesmas, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Terapis Gigi dan Mulut Indonesia (PTGMI), serta Widyaiswara (WI) dari seluruh provinsi di Indonesia, yang dipersiapkan menjadi pelatih dan penggerak utama (trainers) untuk melakukan deteksi dini penyakit gigi dan mulut secara komprehensif pada seluruh tahapan siklus kehidupan mulai dari ibu hamil, bayi, balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, hingga lansia sekaligus mengintegrasikan edukasi kesehatan gigi dan mulut ke dalam pelayanan rutin di Puskesmas serta melatih tenaga kesehatan lain agar memiliki kepekaan yang sama terhadap kesehatan gigi dan mulut masyarakat.

Kesehatan gigi dan mulut sering kali menjadi aspek yang terabaikan dalam layanan kesehatan dasar, kesehatan gigi dan mulut dipandang terpisah dari isu gizi anak dan pencegahan stunting. Padahal, infeksi atau masalah pada gigi dan mulut seperti karies gigi yang parah, nyeri gusi, atau infeksi kronis pada ibu hamil dan anak balita dapat menurunkan nafsu makan, mengganggu penyerapan nutrisi, serta memicu peradangan sistemik. Kesehatan gigi dan mulut memiliki kaitan erat dengan asupan nutrisi anak, yang menjadi penentu utama dalam pencegahan stunting:




  • Dampak Karies dan Nyeri: Anak yang mengalami karies gigi parah atau infeksi gusi akan merasakan nyeri kronis saat mengunyah. Akibatnya, mereka cenderung menolak makanan terutama makanan padat bergizi tinggi seperti daging, ikan, dan sayuran yang berujung pada defisit kalori dan protein.

  • Peradangan Kronis (Systemic Inflammation): Infeksi gigi dan mulut yang dibiarkan terus-menerus memicu respons peradangan kronis di dalam tubuh. Kondisi ini mengalihkan energi dan nutrisi yang seharusnya digunakan untuk pertumbuhan otak dan tinggi badan anak, justru dipakai untuk melawan infeksi.

  • Edukasi Perilaku Sejak Dini: Orang tua dapat langsung diberikan pemahaman mengenai pentingnya menyikat gigi yang benar pada anak, pemilihan makanan rendah gula, serta kebiasaan menjaga kebersihan mulut keluarga.

  • Dengan melibatkan pengelola program gigi di Puskesmas, pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut ibu hamil dapat diintegrasikan langsung ke dalam layanan di Puskesmas.



Fokus pelatihan mencakup penguatan kapasitas teknis dalam mengenali gejala awal karies, periodontal, hingga lesi mukosa mulut berbahaya. Dengan pendekatan promotif dan preventif yang terstruktur, Puskesmas diharapkan tidak lagi menunggu pasien datang dalam kondisi parah (kuratif), melainkan mampu mendeteksi potensi risiko kesehatan gigi masyarakat sejak dini.

Para peserta TOT diharapkan dapat segera mendesiminasikan ilmu yang didapat kepada rekan sejawat di wilayah kerja masing-masing, sehingga gerakan deteksi dini ini bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat luas di seluruh kabupaten/kota se Provinsi NTT.

#DinkesNTT #penanggulanganterpaduP2P #PTM #penyakitmenular #kesling #surveilans #imunisasi #tanggapbencanagempaflores #DasaCita  #AyoBangunNTT

Dibuat oleh : Heny Rohi, SKM., M.Si