Tingkatkan Kewaspadaan Zoonosis, Dinas Kesehatan Provinsi NTT Hadiri Pelatihan Fasilitator Penilaian Risiko Bersama / Joint Risk Assessment (JRA) dengan Menggunakan Joint Risk Assessment Operational Tool (JRA-OT)
01 September 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
Depok – Ancaman penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan ke manusia dapat muncul dan berkembang dengan cepat melintasi batas wilayah. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan yang kuat, integrasi data surveilans lintas sektor, serta kemampuan mengenali dan mengelola risiko sejak dini berbasis pendekatan One Health.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat kapasitas tenaga teknis dan penanggung jawab program dalam menghadapi ancaman tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan bekerja sama dengan KITA Sehat mengadakan Pelatihan Fasilitator Penilaian Risiko Bersama / Joint Risk Assessment (JRA) dengan Menggunakan Joint Risk Assessment Operational Tool (JRA-OT) pada tanggal 11–14 Agustus 2026 di The Margo Hotel, Depok, Jawa Barat.
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta perwakilan lintas sektor yang terdiri dari Kemenko PMK, Bappenas, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pertanian, Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, serta Dinas Kesehatan dan Dinas yang membidangi urusan peternakan/kesehatan hewan dari Provinsi NTT, Jawa Barat, dan Papua Barat Daya.
NTT Turut Perkuat Kapasitas Penilaian Risiko Bersama
Provinsi NTT menjadi salah satu daerah yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini melalui perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTT yaitu Jasintha I. G. W. Ngongo, SKM., M.Kes.
Keikutsertaan perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi NTT menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat kapasitas daerah menghadapi potensi ancaman penyakit zoonosis prioritas, seperti rabies, avian influenza, dan antrax. Kompetensi dan pemahaman teknis yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan di daerah, sekaligus diteruskan kepada tenaga kesehatan dan petugas kesehatan hewan di tingkat kabupaten/kota se-NTT.
Pendekatan One Health untuk Penilaian Risiko Zoonosis
Penyakit zoonosis merupakan ancaman serius yang dapat memberikan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, ekonomi, dan ketahanan pangan. Kemunculan dan perluasan wilayah zoonosis dipengaruhi oleh interaksi yang kompleks antara manusia, hewan, dan lingkungan.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, Joint Risk Assessment Operational Tool (JRA-OT) menjadi instrumen penting dalam menentukan prioritas respons lintas sektor secara terpadu dan berbasis bukti. Setiap wilayah memiliki tingkat risiko yang berbeda karena dipengaruhi oleh dinamika populasi hewan penular, faktor kerentanan lingkungan, serta kapasitas sistem kesehatan daerah.
Melalui kegiatan pelatihan ini, peserta dibekali kemampuan teknis, mulai dari tahap persiapan dengan membentuk struktur dan alur koordinasi JRA lintas sektor, dilanjutkan pembingkaian risiko guna menetapkan bahaya, ruang lingkup, lokasi, periode dan tujuan penilaian. Peserta kemudian dilatih melaksanakan karakterisasi risiko melalui penyusunan diagram jalur risiko (risk pathway), perumusan pertanyaan risiko, serta penilaian tingkat kemungkinan, dampak, dan ketidakpastian sekaligus menetapkan tingkat risiko. Pelatihan diakhiri dengan perumusan rekomendasi opsi manajemen dan komunikasi risiko, serta penyusunan dokumen laporan akhir Penilaian Risiko Bersama (PRB).
Membangun Fasilitator, Memperkuat Kolaborasi Lintas Sektor
Sebagai kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi fasilitator, pelatihan ini memiliki tujuan jangka panjang untuk membangun kemandirian daerah. Peserta tidak hanya dilatih melakukan penilaian risiko bersama, tetapi juga disiapkan menjadi fasilitator yang andal dan mampu menerapkan pelaksanaan PRB di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
Keterlibatan berbagai unsur dari sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan akademisi memperkuat semangat kolaborasi One Health. Hal ini menjadi kunci dalam memastikan deteksi dini dan respons terhadap penyakit zoonosis di Nusa Tenggara Timur dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terpadu.
Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen pembangunan kesehatan dalam Dasa Cita ke-5 Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yakni ”Posyandu Tangguh, Masyarakat Sehat, dan Bebas Stunting”, serta mendukung secara penuh Misi ke-4 Astacita Presiden Republik Indonesia dalam mewujudkan SDM unggul dan sehat bagi Indonesia Emas
Pahami risikonya, perkuat kolaborasinya, cegah zoonosisnya. Bersama, kita wujudkan NTT yang tangguh dan siap menghadapi ancaman penyakit zoonosis.
#Zoonosis #JointRiskAssessment #JRAOT #OneHealth #KesiapsiagaanKesehatan #KesehatanMasyarakat #DasaCita #AyoBangunNTT
Oleh: Jasintha I. G. W. Ngongo, SKM., M.Kes