“Tekun di Lapangan, Tabah Cegah Wabah: Dinkes Ngada Bekali 25 Entomolog Puskesmas dengan Skill Baru tentang Surveilans Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit”
03 August 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada bekerjasama dengan UPTD Latnakes Kupang menggelar Pelatihan Surveilans Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit bagi 25 orang petugas entomolog Puskesmas . Pelatihan 8 hari ini bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam mendeteksi dini potensi wabah penyakit berbasis vektor seperti DBD, malaria, dan filariasis. Kegiatan yang berlangsung di Kemah Tabor - Mataloko, pada 19 - 26 Juli 2026 ini yang diikuti 25 petugas entomolog dari 25 Puskesmas.
Kepala Dinas Kesehatan Kab. Ngada dalam sambutannya mengatakan, peran Entomolog Puskesmas sangat krusial dalam pencegahan penyakit. "Perubahan iklim dan mobilitas penduduk membuat penyebaran vektor makin cepat. Kita butuh petugas yang tekun dan tabah di lapangan untuk memutus rantai penularan," ujarnya.
Materi yang disampaikan meliputi : Bionomik Vektor dan Binatang Pembawa Penyakit, Surveilans Malaria, DBD, Diare, Filariasis dan Leptospirosis. Selain teori, para peserta juga melakukan praktik langsung seperti Teknik Identifikasi Vektor Nyamuk (Aedes, Anopheles, Culex, Mansonia, Barbirostis) mulai dari telur, larva, pupa hingga nyamuk dewasa menggunakan Mikroskop Stereo serta teknik survey jentik di tempat penampungan air dan container disekitar rumah. Selain itu juga dilakukan survey nyamuk dewasa menggunakan metode Umpan Orang Dalam (UOD) dan Umpan Orang Luar (UOL) di wilayah kerja Puskesmas Ladja; Praktik Surveilans Leptospirosis dilakukan dengan teknik mengidentifikasi tikus (morfologi tikus) dan teknik pengambilan spesimen (darah, ginjal dan paru) untuk pemeriksaan bakteri leptospira dalam tubuh rodent/tikus. Materi tambahan dari fasilitator berupa Analisis data dan pelaporan hasil survey vektor berbasis elektrokinik menggunakan Aplikasi Silantor 2.0 dan Epicolect 5.
Narasumber pelatihan berasal dari Program Surveilans Dinas Kesehatan Provinsi NTT (Apris L. Isu, SKM. M.Kes), Peneliti Senior Loka Labkesmas Kupang (Hanani M.Laumalay, SKM. MSc) serta Akademisi dari Prodi Kesehatan Lingkungan Poltekes Kemenkes Kupang (Johanis J.Pitreyadi Sadukh, ST.MSc). Salah satu peserta (Yoman) dari Puskesmas Maronggela, mengaku sangat senang dan terbantu karena "Selama ini kami hanya lakukan fogging. Setelah pelatihan ini kami jadi mengerti dan mampu mengidentifikasi vektor berdasarkan spesiesnya serta binatang pembawa penyakit. Data merupakan kunci intervensi tepat sasaran," katanya.
Dengan petugas yang kompeten, upaya pencegahan dan pengendalian vektor dan binatang pembawa penyakit dapat dilakukan sejak dini. Harapannya Status Eliminasi Malaria di Kabupaten Ngada tetap dipertahankan dengan nol kasus, dan meminimalisir terjadinya kasus baru seperti demam berdarah, leptospirosis, chikungunya, filariasis.
Melalui pelatihan ini diharapkan para petugas entomolog terlatih mampu meningkatkan kualitas surveilans vektor, memperkuat sistem kewaspadaan dini, serta mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit berbasis lingkungan dan tular vektor dan binatang pembawa penyakit.
Bersama membangun SDM kesehatan yang kompeten untuk mewujudkan masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
#DinkesNTT #NTT #DinkesNgada #Surveilans #EntomologiKesehatan #PengendalianVektor #Kesehatan #SDMKesehatan #AyoBangunNTT
By; Apris L. Isu, SKM. M.Kes
Staf Program Surveilans (Epid Ahli Pertama)