Survei Cepat Komunitas dan Pemberian Imunisasi Polio di Daerah Out Reach di Kabupaten Sumba Barat Daya
27 July 2026 | Oleh: Admin Dinkes NTT
Imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Meskipun cakupan imunisasi rutin di Provinsi Nusa Tenggara Timur terus menunjukkan perbaikan, masih terdapat kabupaten dan puskesmas dengan cakupan imunisasi dasar lengkap yang rendah serta angka drop out imunisasi Polio yang tinggi.
Anak yang tidak memperoleh imunisasi lengkap memiliki risiko lebih besar terkena penyakit seperti Polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B, dan penyakit lainnya yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Selain itu, masih terdapat anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi (zero-dose) maupun anak yang memulai imunisasi tetapi tidak menyelesaikan seluruh jadwal imunisasi.
Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi masyarakat maupun pelayanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut antara lain rendahnya pengetahuan orang tua mengenai manfaat imunisasi, kekhawatiran terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), kurangnya informasi mengenai jadwal Posyandu, keterbatasan akses pelayanan, mobilitas penduduk, hingga belum optimalnya penelusuran sasaran (defaulter tracking) oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
Untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai penyebab anak belum mendapatkan imunisasi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Dinas Kesehatan Provinsi NTT berkolaborasi dengan UNICEF melakukan Survei Cepat Komunitas melalui kunjungan rumah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan anak yang sudah lengkap imunisasinya, anak yang belum mendapatkan imunisasi (zero dose) dan anak yang belum lengkap status imunisasinya, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan pemanfaatan layanan imunisasi dan memberikan edukasi kepada keluarga mengenai manfaat imunisasi rutin.
SCK dilaksanakan di Desa Waimaringi, Desa Waipakolo, Desa Kadaghutana dan Desa Kalena Rongo Kabupaten Sumba Barat Daya pada tanggal 13 Juli s/d 17 Juli 2024. kegiatan ini dilaksanakan oleh Pengelola Program Imunisasi baik dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Puskesmas Panenggo Ede, Puskesmas Kori, dan Kader posyandu dari masing-masing desa. Survei dilaksanakan di 20 rumah pada masing-masing desa dengan sasarannya adalah anak sasaran imunisasi yang berusia 0 – 59 bulan beserta orang tua dan pengasuh.
Selanjutnya hasil survei didesiminasikan kepada Camat, Kepala Puskesmas, Pengelola Imunisasi, Kepala Desa, kader dan diakhiri dengan pembuatan Rencana Tindak Lanjut yang terukur untuk meningkatkan cakupan imunisasi imunisasi.
#Imunisasi Lengkap #Ayo Bangun NTT
Oleh Reinhard Radja Riwoe, SKM
Anak yang tidak memperoleh imunisasi lengkap memiliki risiko lebih besar terkena penyakit seperti Polio, campak, difteri, pertusis, hepatitis B, dan penyakit lainnya yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. Selain itu, masih terdapat anak yang belum pernah mendapatkan imunisasi (zero-dose) maupun anak yang memulai imunisasi tetapi tidak menyelesaikan seluruh jadwal imunisasi.
Rendahnya cakupan imunisasi dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari sisi masyarakat maupun pelayanan kesehatan. Faktor-faktor tersebut antara lain rendahnya pengetahuan orang tua mengenai manfaat imunisasi, kekhawatiran terhadap Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), kurangnya informasi mengenai jadwal Posyandu, keterbatasan akses pelayanan, mobilitas penduduk, hingga belum optimalnya penelusuran sasaran (defaulter tracking) oleh fasilitas pelayanan kesehatan.
Untuk memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai penyebab anak belum mendapatkan imunisasi di Kabupaten Sumba Barat Daya, Dinas Kesehatan Provinsi NTT berkolaborasi dengan UNICEF melakukan Survei Cepat Komunitas melalui kunjungan rumah.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasikan anak yang sudah lengkap imunisasinya, anak yang belum mendapatkan imunisasi (zero dose) dan anak yang belum lengkap status imunisasinya, mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi akses dan pemanfaatan layanan imunisasi dan memberikan edukasi kepada keluarga mengenai manfaat imunisasi rutin.
SCK dilaksanakan di Desa Waimaringi, Desa Waipakolo, Desa Kadaghutana dan Desa Kalena Rongo Kabupaten Sumba Barat Daya pada tanggal 13 Juli s/d 17 Juli 2024. kegiatan ini dilaksanakan oleh Pengelola Program Imunisasi baik dari Dinas Kesehatan Provinsi NTT, Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Barat Daya, Puskesmas Panenggo Ede, Puskesmas Kori, dan Kader posyandu dari masing-masing desa. Survei dilaksanakan di 20 rumah pada masing-masing desa dengan sasarannya adalah anak sasaran imunisasi yang berusia 0 – 59 bulan beserta orang tua dan pengasuh.
Selanjutnya hasil survei didesiminasikan kepada Camat, Kepala Puskesmas, Pengelola Imunisasi, Kepala Desa, kader dan diakhiri dengan pembuatan Rencana Tindak Lanjut yang terukur untuk meningkatkan cakupan imunisasi imunisasi.
#Imunisasi Lengkap #Ayo Bangun NTT
Oleh Reinhard Radja Riwoe, SKM